saya mengagumi seseorang..
seseorang,
yang sudah berhasil mengambil tempat di hati saya..
seseorang,
yang saya harapkan menjadi kepingan puzzle terakhir sebagai pelengkap puzzle kehidupan saya..
saya mencintai seseorang tersebut, namun cinta saya hanya bertepuk sebelah tangan..
karena saya tahu, dia tidak pernah tahu..
karena saya mencintai dia,
diam-diam..
saya tidak pernah mengungkapkan perasaan saya padanya..
tapi,
saya tidak pernah mau menghapus dirinya dari hati ini..
saya hanya pungguk yang merindukan bulan..
saya hanya mampu menuliskan kata-kata untuk mengungkapkan isi hati..
berharap dia membacanya,
diam-diam..
sepertinya halnya saya,
yang melihat profilenya, melihat wallnya, menjelajahi facebooknya..
diam-diam..
dan ketika saya melihat dia online..
saya pun hanya dapat memandangi nama dan fotonya..
tetap dengan,
diam-diam..
seseorang,
yang sudah berhasil mengambil tempat di hati saya..
seseorang,
yang saya harapkan menjadi kepingan puzzle terakhir sebagai pelengkap puzzle kehidupan saya..
saya mencintai seseorang tersebut, namun cinta saya hanya bertepuk sebelah tangan..
karena saya tahu, dia tidak pernah tahu..
karena saya mencintai dia,
diam-diam..
saya tidak pernah mengungkapkan perasaan saya padanya..
tapi,
saya tidak pernah mau menghapus dirinya dari hati ini..
saya hanya pungguk yang merindukan bulan..
saya hanya mampu menuliskan kata-kata untuk mengungkapkan isi hati..
berharap dia membacanya,
diam-diam..
sepertinya halnya saya,
yang melihat profilenya, melihat wallnya, menjelajahi facebooknya..
diam-diam..
dan ketika saya melihat dia online..
saya pun hanya dapat memandangi nama dan fotonya..
tetap dengan,
diam-diam..